Catatan Jurlan Em Saho’as :MEMBACA TANDA-TANDA ALAM

Ayat pertama yang diturunkan  oleh Allah SWT adalah perintah membaca. Iqra bismi Rabbikal Lazii qhalak. Bacalah dengan nama Tuhan Yang Maha Menciptakan (segala sesuatunya). Dalam kitab suci Al Qur’an terdapat ayat-ayat tentang alam lingkungan (ayat-ayat kauniyah), ayat-ayat tentang gunung, laut, tanah, langit, angin, hujan, petir, bencana hingga tanaman dan buah-buahan. Dalam kaitan perintah membaca itulah kita tidak hanya diperintahkan membaca ayat-ayat yang tertulis dalam 30 juz atau dalam 116 surah, tapi kita juga diperintahkan membaca tanda-tanda alam yang terjadi di sekitar lingkungan tempat mukim kita  atau di bumi yang kita pijak ini. Jadi ayat-ayat tentang alam itu tidak hanya tertulis dalam Al Qur’an tapi juga yang terbaca dalam dunia nyata.

Ketika terjadi gunung meletus, lembah dan ngarai longsor, banjir bandang tsunami, gempa  tektonik dan seterusnya, maka seharusnya kita menyadari pentingnya membaca tanda-tanda (kejadian) alam itu agar kita menyadari kesalahan apa yang diperbuat di dalam membaca alam sekitar, agar kita mampu berbuat melakukan penyelamatan sebelum dan sesudah terjadi bencana.

Bagi bangsa Indonesia, tingkah alam yang memunculkan bencana di berbagai daerah yang seakan kejadiannya beruntun tiada habisnya, dari Sabang sampai Merauke, seharusnya sudah makin mendorong kita untuk membaca tanda-tanda alam yang menimpa itu, bahkan telah mengorbankan ribuan nyawa manusia dan harta benda yang tak terhitung lagi jumlahnya.

Salah satu ayat-ayat alam yang seharusnya sudah lama kita membaca dan memahaminya, misalnya adalah ayat-ayat yang tampak tergambar pada gunung Merapi atau gunung Karakatau yang sering meletus, maka cara membaca ayat gunung meletus itu adalah melakukan penyelamatan dengan tidak membangun pemukiman di sekitar kawasan yang berbahaya itu, karena jika tetap saja membuat bangunan rumah, kantor atau berkebun disana, maka seharusnya bersiaplah menuai badai atau malapetaka setiap saat.

Ayat-ayat lain tentang alam yang sudah dikabarkan luas oleh ahli geologi dunia adalah tentang wilayah Indonesia yang merupakan jalur cincin api, atau katakanlah Indonesia merupakan negara vulkanik yang bakal mengalami ancaman gempa dan gunung meletus setiap saat, maka seharusnya tanda-tanda alam sudah terbaca dan sekaligus pemerintah maupun rakyat Indonesia mengantisipasinya.

Disinilah pentingnya beriqra, membaca tanda-tanda alam jika ingin selamat di dunia ini. Tentu saja, beriqra dalam makna ayat yang disebutkan di awal tulisan itu, yaitu membaca dengan nama Allah, tidak berhenti pada sekedar membaca, tapi dalam membaca itu kita harus melibatkan Allah SWT, sehingga kita terhindar dari kedzaliman dan hasrat nafsu belaka.* 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *