Kapolri Tito Karnavian DALANG KERUSUHAN PAPUA MANFAATKAN RAPAT KOMISI HAM

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengklaim sudah memiliki data siapa saja yang bermain dalam kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Dia menuding ada tiga kelompok yang bermain dengan asing untuk membuat kondisi di bumi cendrawasih itu menjadi memanas dalam beberapa waktu belakangan ini. Oleh sebab itu, Tito akan mengejar para pelaku yang membuat Papua tidak damai seperti dulu.
Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D (tengah) didampingi Kapolda Papua, Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rodja (paling kiri) dan Kabid Dokkes Polda Papua KOMBES POL drg. Agustinus Mulyanto Hardi T, saat menjenguk ketiga angota kepolsian yang kena panah dan tembak di Deyai dan Wamena sedang dirawat di RS Bhayangkara

Seperti diberitakan di berbagai media cetak, elektronik dan media online, Tito Karnavian menuding United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai organisasi dibalik kisruh Papua saat ini. Menurutnya, dua kelompok ini yang bermain atau otak dalam situasi aksi di Papua. “Mereka itu United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kata saya,” ujar Kapolri Tito, Kamis (5/9).

Dirinya bahkan sudah mengantongi beberapa data atas keterlibatan kedua kelompok tersebut dan juga mengetahui arah rangkaian kegiatan yang dilakukan ULMWP dan KNPB termasuk gerakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang juga digerakan oleh kelompok tersebut.

“Apapun yang terjadi di Papua saat ini, itu didesain oleh kelompok yang ada di sini (Papua,red),” bebernya.

Lanjut Tito, pihaknya akan terus mengejar bahkan nama-namanya yang sudah dikantongi. “Kami akan tegakkan hukum terhadap mereka, karena mereka terus bermain bahkan masyarakat jadi korban, untuk itu kita harus bergerak keras menanggapi permainan kelompok tersebut,” jelasnya.

Dirinya juga  menyampaikan bahwa yang memproduksi informasi-infromasi hoaks adalah  kedua kelompok tersebut yakni ULMWP dan KNPB. “Dari siber kita sudah memantau  siapa  yang  memproduksi  hoaks tersebut. Untuk itu saya harap masyarakat jangan terpengaruh,” bebernya.

Sementara  itu terkait keterlibat negara lain dalam situasi di Papua saat ini, dirinya mengatakan bahwa hal tersebut semua orang sudah tahu, salah satunya Benny Wenda yang ikut bermain. “Mereka ini mengejar dalam rangka rapat di Komisi HAM Jenewa pada 9 September nanti, jadi situasi akan menjadi laporan dalam agenda tersebut dalam hal ini ada laporan bahwa Papua rusuh, dan setelah itu tanggal 23 dan 24 September juga ada sidang Majelis Umum PBB,” tegasnya.

Lanjut Tito, dalam agenda tersebut akan membicarakan tentang pandangan berbagai negara tetapi tidak ada agenda khusus untuk Papua. “tetapi dalam agenda tersebut sengaja bola dilempar, ada beberapa unsur eksternal atau satu dua negara didekati agar mengangkat isu Papua rusuh, itu tujuan dari semua ini dan yang main adalah Benny Wenda,”tutupnya.

Untuk penanganan berbagai insiden pasca aksi-aski di Papua, Kapolri mengatakan bahwa dirinya sudah menurunkan tim Mabes Polri, ProPam yang bekerja sama dengan Komnas HAM. “Langkah ini kami buat agar mendapatkan keterangan atau informasi yang betul-betul objektif tentang peristiwa yang terjadi,” ujanya.

Ketua Eksekutif United Liberation Movement For Wets Papua (ULMWP) Benny Wenda menegasakan Perjuangan Papua untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesis, (NKRI) ialah dengan jalan damai tanpa anarkis dan kekerasan. Untuk itu, Benny menilai jika terjadi anarkis pada demostrasitrasi di Kota Jayapura (29/8) lalu adalah skenario Negara Indonesia untuk mengacaukan perjuanganya yang selama ini damai.

Wenda menegaskan tuntutan rakyat Papua adalah referendum dengan perjuangan secara damai maka yang menciptakan melisi barisan nusantara dan barisan merah putih merupakan bentukan Indonesia sendiri untuk bentrok dengan orang Papua. “Jakarta tidak bisa menuduh saya sebagai aktor di belakang, apa yang terjadi di Papua dan Surabaya Jakarta dan lainya, itu spotannitas karena Indonesia menuduh dan mengkategorikam Bangsa Papua sebagai bangasa Monyet, anjing dan binatang lainya, dan meminta orang Papua harus pulang ke Papua. Ini yang membuat Orang Papua secara secara spontan turun ke jalan,” jelas Benny seperti dilansir Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Jumat (5/9).

Dirinya menilai, rakyat Papua ingin keluar secara damai dan Indonesia tidak menginginkan hal ini, karena cara secara damai sampai saat ini telah sudah banyak mendapat simpati dunia, maka dirinya menilain Indonesia membuat skenario untuk melakukan tindakan anarkis yang memihak ke Indonesia dan menyalahkan orang Papua.

”Contohnya pada demo yang dilakukan hari pertama berlangsung damai dan aman dan gubernur juga hadir, tapi pada demo kedua kejadian anarkis karena Indonesia tahu reputasi Indonesia di dunia internasional sudah hancur sehingga mereka harus buat skenario-skenario sehingga perjuangan bangsa Papua secara damai mereka berusaha mengacaukan dengan dikategori separatis, anarkis dan pengacau,” katanya.

Kata Wenda yang berdomisili di ingris itu, bahwa Badan Kesekutif Mahasiswa (BEM) bersama rakyat Papua pada rombongan pertama selalu berjalan aman, rombongan kedua juga aman, tetapi rombongan pendemo ketiga dan keempat berlangsung brutal. ini ada apa?.

“Semua berkumpul di Kantor Gubernur aman tapi ada kelompok nusantara dan barisan merah putih mengurung pendemo sehingga mereka tidak bisa pulang, maka aksi anarkis ini di belakanganya ada aktornya itu siapa, karena pendemo juga disusupi dan masyarakat nusantaea juga disusupi, jadi aktor sebenarnya adalah Wiranto dan TNI, karena orang Papua tidak perna musuh dangan pendatang di Papua bahkan ada perang suku pun orang Papua tidak perna berperang melawan mereka” paparnya.

Dikatakan, tuntutun ULMWP itu perjuangan damai karena sebelum Indonesia datang, Papua sudah berada dalam keadaan damai, Tapi sejak Indonesia datang tahun 1963 mulai dilakukan operasi Trikora disitulah mulai kekuatan militer sampai saat ini karena 5000 masyarakat Papua di bunuh ” ujar Wenda mengenang Pelangran HAM yang hingga kini tidak ada penegakan hukum.

Ia menegaskan Indonesia tidak bisa bergerak dengan cara lama seperti ini karena di era teknologi dan mata dunia yang semakin bersimpati bersama Papua, maka berilah kebebasam kepada masyarakat Papua “Saya tetap siap berdiri secara damai untuk papua, sehingga indonesia tidak perlu ragu lagi untuk kembalikan hak kedaulatan bangsa Papua dan menetukan nasip sendiri supayah indonesia akan kerja sama bersebelahan, dan saya sampaikan bahwa selama ini rakayat papua hidup aman dengan pendatang maka yang mengacaukan adalah Indonedia sendiri, tapi secara politik saya bertangung jawab untuk pengambil alihan Papua barat maka segala tuduan itu tidak benar kami berjuang secara damai,” katanya.

Dugaan Penyebab Kerusuhan di Manokwari Papua, Diawali Sikap Rasisme ke Mahasiswa Papua di Surabaya

Kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat pada Senin (19/8/2019) pagi.

Warga Papua di Manokwari, Papua Barat, menggelar aksi dengan membakar ban bekas dan meletakan ranting pohon di sejumlah ruas jalan di dalam kota Manokwari, Senin (19/8/2019) pagi.

Pantauan Kompas.com, sejumlah ruas jalan yang diblokade, yakni Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Terkait kerusuhan di Manokwari, laporan terbaru menyebutkan ada aksi lempar batu antara aparat keamanan dan warga, Senin (19/8/2019).

“Dari update sementara ada fasilitas publik yang rusak, ada bangunan gedung DPRD, kemudian ada bangunan eks kantor gubernur, dan ada fasilitas publik yang masih didatakan.”

“Kemudian aparat polisi dan TNI fokus untuk menyisir, agar tidak meluas,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi humas Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, seperti dilansir Tribun Wow yang mengutip siaran TV live.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Oknum Aparat, terhadap mahasiswa Papua, di Malang, Surabaya dan Semarang.

Akibat kerusuhan di Manokwari, sebanyak 3 unit mobil dan 2 unit sepeda motor hangus dibakar massa.

AJE-DKI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *