Sandiaga Uno di Tosora, Wajo PULANG KAMPUNG ZIARAHI LELUHUR

Untuk pertama kalinya, Sandiaga Salahuddin Uno menziarahi makam leluhurnya di Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Rabu pekan kemarin.

Uno sendiri mengakui kedatangannya di Sulsel sengaja menyiapkan waktu untuk menziarahi makam leluhurnya, pasalnya selama ini, dirinya belum mengetahui betul terkait silsilah keluarganya yang runut.

Dari berbagai keterangannya yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, Sandiaga Uno merupakan keturunan ke 20 dari Assyeikh Al Habib Jamaluddin Al Akbar Al Husaini atau yang lebih dikenal Muhammad Jamaluddin Akbar yang dimakamkan di Tosora, Kabupaten Wajo.

Saat Sandiago Uno menziarahi makam leluhurnya di Tosora Kabupaten Wajo

“Saya baru tahu kalau saya punya leluhur di Wajo, ternyata saya silsilah ke 20,” katanya Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga Salahuddin Uno yang juga merupakan calon Wakil Presiden nomor urut 2 tersebut pun mengaku pulang ke kampung halamannnya.

Dirinya bersama beberapa tokoh masyarakat dan simpatisannya memasuki kawasan Masjid Tua Tosora, yang juga merupakan kompleks pemakaman ulama di tanah Bugis tersebut untuk berziarah dan melihat makam leluhurnya.

Menurutnya, hal yang paling berkesan pada kunjungannya di Bumi Lamaddukelleng tersebut adalah berziarah di makam leluhurnya, meski tak cukup sejam.

“Ini (berziarah) yang paling mengharukan. Berziarah di makam leluhur saya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan, salah satunya Kabupaten Wajo. Di Kabupaten Wajo sendiri, dirinya cuma mengunjungi Rumah Makan Jet Pur Sengkang dan Tosora, Kecematan Majauleng, Kabupaten Wajo.

Rencananya, pasca ke Kabupaten Wajo, Sandiaga Uno bakal berkunjung ke Kabupaten Soppeng lalu melanjutkan perjalanan ke Makassar untuk kembali ke Jakarta.

Makam Assyeikh Al Habib Jamaluddin Al Akbar Al Husaini atau Muhammad Jamaluddin Akbar di Tosora, Kabupaten Wajo, yang belakangan diketahui merupakan leluhur Sandiaga Salahuddin Uno, mendapatkan perhatian serius dari kunjungan Calon Wakil Presiden nomor urut 2 tersebut.

Pasca berziarah ke makam yang terletak di kompleks reruntuhan Masjid Tua Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sandi melihat adanya potensi wisata yang sangat menjanjikan.

“Saya berharap ini bisa jadi situs budaya dan wisata relegi, karena ini adalah keturunan langsung dari Nabi Besar Muhammad dan harus dipugar,” katanya di depan awak media.

Namun, akses yang cukup jauh dari pusat kota Kabupaten Wajo juga menjadi kendala. Infrastrukturnya pun kurang memadai, sehingga ke depan, suami Nurasia tersebut menjanjikan bakalan melakukan perbaikan di situs bersejarah tersebut.

“Kalau ini bisa dipugar dan aksesnya lebih baik, Insya Allah orang akan lebih banyak datang ke sini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, situs budaya Masjid Tua Tosora serta makam ulama adalah salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Wajo. Dari pusat kota Kabupaten Wajo, Sengkang, sekitar 20 km atau memakan waktu perjalanan sekitar 45 menit untuk sampai.

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno menyebut dirinya ‘pulang kampung’ dalam lawatannya ke Kabupaten Wajo. Sebab, pasca dirinya ditunjuk oleh Prabowo Subianto untuk mendampinginya diperhelatan Pilpres 2019, ada banyak masyarakat yang menyebutkan, bahwa mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut adalah keturunan Bugis.

“Hari ini akhirnya saya mendapat kesempatan berkunjung ke Wajo dan bertemu leluhur, sebab seseorang harus tahu dari mana mereka berasal, kalau saya dari Wajo saya harus ke sini,” katanya kepada sejumlah wartawan.

“Wajo merupakan tempat yang spesial bagi saya. Saya bangga jadi bagian dari Wajo. Saya merasa seperti di rumah sendiri,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dalam kunjungannya di Sulawesi Selatan kali ini sebagai calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno yang telah mengunjungi beberapa daerah di Sulawesi Sslatan juga tak lupa mengunjungi Kabupaten Wajo.

Di Kabupaten Wajo sendiri, suami Nurasia tersebut makan siang di Rumah Makan Jet Pur Sengkang, sebelum menuju ke Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo untuk berziarah ke makam leluhurnya.

AJE-DKI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *